Jasa Cutting MDF

Sebelum anda menentukan untuk melakukan proses pengerjaan cutting dan ukir dengan material bahan MDF (Medium Density Fibreboard) pada tempat jasa cutting MDF lain ataupun nantinya di tempat kami, ada baiknya anda ketahui dahulu informasi mengenai peruntukan material dari bahan MDF ini dan berikut info singkat tentang material tersebut.

MDF (Medium Density Fibreboard)MDF singkatan dari Medium Density Fibreboard.
Bahan ini dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan Plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan ini sangat halus pada permukaan dan ikatan-ikatan antar materialnya sangat kuat. Hanya satu kelemahannya dibandingkan dengan plywood adalah hilangnya motif alami pada permukaannya.
Jasa Cutting MDF
Proses Cutting MDF
Saat ini MDF menjadi bahan alternatif perkayuan serat sedang maupun keras dan paling favorit untuk pembuatan furniture rumah, gedung disemua furniture berbasis ukir dan potongan bentuk bagian perbagian atau lembaran (Sheet) dan banyak juga di order untuk dikerjakan pada mesin pintar pembuat motif sederhana dan yang kompleks motifnya. MDF bisa diaplikasikan pada plafon, panel 3D wall, partisi, dekorasi/hiasan dinding, produk souvenir, hingga berbagai panel-panel properti lainnya. Di setiap tempat jasa cutting mdf ataupun ukir (engrave) untuk material yang satu ini pasti akan selalu ditawarkan sebagai alternatif material perkayuan.
Bagaimana MDF dibuat
Material ini terbuat dari log kayu berbagai ukuran, dikupas kulitnya kemudian log dibelah dan dipotong pada ukuran tertentu. Kebetulan pada pabrik yang pernah kami ketahui logs yang digunakan rata-rata berdiameter di bawah 20cm dan panjang maksimum 100cm.
Kemudian potongan logs harus melewati proses ‘screening’ menggunakan alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup atau logam lain di dalam log. Benda asing (logam) tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.
Logs-logs kecil tersebut kemudian dimasukkan ke mesin khusus untuk dijadikan chips(serpihan-serpihan kecil yang padat dalam proses cuttingnya) . Apabila chips masih terlalu besar akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil.
Semua chips yang telah lolos proses screening kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak. Chips akan menjadi lembut dan lunak setelah proses defibrator (proses pembuatan material menjadi bubur seperti bubur kertas dan bubur kayu), kemudian dicampur dengan bahan wax (lilin) dan lem sebelum memasuki proses pressing.
Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin tersambung sangat panjang hingga 50m) kemudian material campuran tersebut diberi tekanan dan panas tertentu untuk mendapatkan ketebalan sesuai pengaturan. terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga anda akan bisa melihat bahwa permukaan bagian atas & bawah sedikit berbeda tingkat kekilapannya. Hal ini karena perbedaan tekanan.
Secara otomatis bahan ini kemudian dipotong sesuai panjang standar international (1220 x 2440mm).
bahan ini tetap memiliki kelemahan yang sama dengan jenis board yang lain,
1. Air mudah meresap pada sisi tebal
2. Sekrup kurang kuat pada sisi tebal
3. Lem putih tidak bekerja secara efektif pada permukaan.
4. Tidak mengikat paku sekuat kayu solid.
Formaldehyde
Pada dasarnya, produksi papan buatan menggunakan lem yang dibuat dari resin Formaldehyde untuk merekatkan partikel kayu dan debu menjadi lembaran papan. Bahan Kimia Formaldehyde dikenal bisa menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan dan bahkan paru-paru walaupun hanya pada level kontak yang rendah.
Menurut IARC (International Agency for Research on Cancer), sebuah sub organisasi dari WHO (World health Organization) menemukan bahwa debu kayu merupakan ‘carcinogen’(penyebab kanker) dan Formaldehyde juga disebutkan adanya kemungkinan yang sama pada level carcinogen 3, yang berarti memiliki potensi untuk menjadi penyebab kanker, sehingga pada pemakaiannya harus diberikan pengganti apabila memungkinkan atau mengurangi pemakaiannya sekecil mungkin.
Bagi konsumen pemakai, apabila anda baru saja membeli sebuah set furniture almari atau meja kerja yang terbuat dari lembaran papan MDF atau partikel board lainnya, aroma khas akan keluar dari furniture anda dan kadang-kadang akan terasa pedih di mata apabila kita terlalu dekat terutama ketika membuka pintu. Itulah sebabnya sebaiknya apabila baru saja membeli almari yang terbuat dari bahan papan buatan, sebaiknya biarkan pintu-pintunya terbuka selama beberapa hari sebelum digunakan.
Standar Amerika dan Australia membatasi emisi Formaldehyde pada bahan ini maksimum 0.3 ppm (parts per million). Di jerman dan beberapa negara Skandinavia justru memberikan batas lebih rendah yaitu 0.1 ppm. Pengukuran kadar emisi Formaldehyde ini bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium dengan metode khusus.
Debu dari bahan MDF ini tidak mungkin dihindari, oleh karena itu untuk mengeliminasi resiko buruk, yaitu:
1. Saat sedang bekerja dengan bahan ini, ventilasi udara yang baik di dalam ruang produksi akan sangat berguna. Exhaust harus bekerja dengan baik agar bisa dipastikan ruang produksi selalu bebas dari debunya.
2. Para karyawan yang bekerja juga harus selalu secepatnya membersihkan tempat kerja agar bebas dari debu ini yang tidak terhisap oleh exhaust.
3. Pekerja dengan bahan ini usahakan menggunakan masker dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan kulit, karena Formaldehyde bisa mengakibatkan iritasi kulit.
4. Lebih bagus melapisi permukaan dengan bahan finishing walaupun hanya dengan lapisan dasar.
MDF paling banyak dipakai dalam properti, usaha souvenir, penggiat hobi dan berbagai tujuan lain, terutama bahan ini sering ada dalam pengerjaan cutting dan grafir, ukir / engrave keperluan pembuatan dekorasi/ornamen interior rumah, kantor, gedung, tempat ibadah untuk plafon, partisi, 3D wall (dinding), penutup kolom dan penutup tiang serta pembuatan panel-panel interior dan sebagiannya untuk keperluan exterior.

jasa cutting mdf

Kenapa bahan ini sering dipakai dalam usaha jasa cutting mdf maupun ukir (engrave) berikut beberapa alasannya:
– Mudah didapat,
– Harga cukup murah,
– Warna maupun ketebalan bervariasi sehingga menjadi pilihan para konsumen yang ingin menggunakan bahan material mdf ini,
– Mudah untuk dilakukan pembentukan motif, seperti untuk pembentukan motif model 2D (2 dimensi) dan untuk membentuk motif 3D (cutting/pemotongan dan ukir 3 dimensi) di mesin routing,
– Untuk di finishing dengan berbagai cara cukup mudah.
Demikian peruntukan dari material MDF sebagai alternatif material perkayuan, semoga keterangan singkat ini bisa menjadi informasi yang berguna. Jika anda perlu untuk pembuatan produk dari material ini, silahkan kontak kami.